PLTS Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Cara Kerjanya

PLTS atau (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) saya yakin semua orang sudah tahu. Karena seingat saya ketika saya masuk Sekolas Dasar dulu, dari kelas 3 sudah mendapatkan pelajaran tentang segala jenis pembangkit tengangan listrik.

Namun saya juga sangat yakin kalau belum semua orang tau seperti apa proses pembuatan PLTS tersebut. Nah oleh sebab itu pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) serta cara kerjanya sampai bisa menghasilkan tegangan listrik yang bisa digunakan untuk menjalankan semua perangkat elektronik dan kebutuhan listrik lainnya.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Kedengarannya sangat simple, yaitu PLTS itu adalah proses merubah energi panas dan cahaya matahari menjadi energi listrik. Namun dibalik itu diperlakukan keahlian tingkat profesor untuk membuat dan merangkai alat agar energi panas dan cahaya dari matahari tersebut bisa jadi sumber enegri listrik yang bisa kita gunakan untuk berbagai keperluan.

Tapi setelah membaca artikel ini saya yakin akan banyak orang yang mencoba membuat pembangkit listrik tenaga surya. Karena untuk saat ini sudah banyak alat untuk membuatnya dengan harga yang tidak begitu mahal kalau untuk sekedar percobaan.

Apa saja alat yang dibutuhkan untuk membuat listrik tenaga surya?

Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat pembangkit listrik tenaga surya adalah sebagai berikut:

1. Panel surya atau Solar Cell

Solar Cell adalah alat untuk menyerap cahaya matahari dan dirubahnya menjadi tegangan searah DC dengan besaran voltase tertentu. Dalam hal menyerap energi sebenarnya Solar Cell tidak terpaku pada matahari saja. Intinya asal Solar Cell mendapatkan cahaya maka akan terjadi pembetukan energi listrik DC.

2. Akumulator atau AKI atau baterai isi ulang

Akumulator atau AKI atau baterai yang bisa diisi ulang berfungsi untuk menyimpan tegangan yang dihasilkan oleh Solar Cell tadi. Semakin besar voltase dari akumulator maka dibutuhkan semakin banyak Solar Cell untuk mengisi tegangannya.

Misalnya sebuah Solar Cell mampu menghasilkan tegangan DC 3 volt, maka dibutuhkan 4 buah Solar Cell untuk mengisi baterai 12 volt.

3. Inverter

Inverter adalah alat untuk merubah tegangan searah DC menjadi arus bolak balik AC. Dari Akumulator atau AKI atau baterai yang bisa diisi tadi yang diisi tegangannya oleh Solar Cell, akan dirubah menjadi arus bolak balik AC oleh alat yang disebut Inverter.

4. Kabel-kabel dan alat instalasi listrik lainnya

Nah alat selanjutnya adalah kabel-kabel dan alaat instalasi listrik lainnya seperti stiker, saklar, stop kontak dan lain-lain yang akan menyalurkan arus listrik hasil dari inverter tadi ke perangkat elektronik yang membutuhkan arus listrik.

Lalu bagaimana cara merangkai pembangkit listrik tenaga surya?

Sebenarnya tidak sulit, asalkan alat-alat yang dibutuhkan sudah tersedia, dan Anda memahami ilmu sistem instalasi listrik maka pasti bisa merangkai pembangkit tenaga listrik tenaga surya.

Karena skema rangkaiannya sangat sederhana.

Rangkaian pembangkit listrik tenaga surya

Dilihat dari skema dasar rangkaian pembangkit tenaga listrik diatas. Cara merangkainya sebagai berikut:
  • Pasang Solar Cell pada tempat yang langsung tertuju dengan cahaya matahari, jangan ada penghalang agar energi yang dihasilakan lebih maksimal.
  • Hubungkan Solar Cell ke Akumulator.
  • Hubungkan Akumulator dengan Inverter DC to AC.
  • Hubungkan Inverter dengan Instalasi listrik.
  • Hubungkan instalasi listrik dengan pelataran elektronik.
  • Selesai.

Nah saya rasa cukup jelas, walau artikel tentang PLTS atau pembangkit listrik tenaga surya serta cara kerja dan cara merangkainya ini ditulis dengan kesederhanaan ilmu yang saya miliki. Tapi saya berharap semoga bisa bermanfaat bagi pembacanya.
Flyin
Seorang Teknisi yang suka berbagi pengalaman walau hanya lewat tulisan.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter