Cara Merubah Mesin TV Slim Ultra Slim Menjadi Mesin Biasa

Kedengarannya memang aneh, kenapa saya berbagi cara merubah mesin TV Slim dan Ultra Slim menjadi mesin TV biasa. Sementara TV tabung terbaru dan terakhir yang di produksi oleh semua produsen televisi adalah jenis Slim dan Ultra Slim. Agar jelas simaklah penjelasannya.

Memang tidak salah kalau jenis TV tabung yang terakhir diproduksi oleh semua produsen TV sebelum distop dan beralih ke TV jenis LCD, LED dan Plasma adalah TV tabung jenis Slim dan Ultra Slim.

Namun pada kenyataannya sumber daya manusia di negara kita yang kebanyakan ekonominya rendah masih menolak kehadiran teknologi terbaru ini. Mereka masih bertahan dengan TV tabung walau sudah pernah diperbaiki beberapa kali.

Sementara pengamatan saya untuk TV tabung jenis slim dan ultra slim ketahanan tabung CRT nya tidak sekuat generasi sebelumnya, yaitu TV tabung jenis cembung, semi dan jenis flat.

Akhirnya banyak sekali kasus yang saya temukan, mesin TV dari jenis slim dan ultra slim tersebut masih bagus, sementara tabung CRT nya sudah rusak.

Ini kebalikan dari TV jenis tabung cembung, semi dan jenis flat yang justru tabung-tabungnya masih bagus, tapi mesinnya karena umurnya yang memang sudah sangat tua sudah banyak yang rusak bahkan hancur.

Nah dengan alasan itulah saya mencoba memberikan solusi agar tabung-tabung TV tua yang masih bagus bisa digunakan kembali menggunakan mesin TV dari TV jenis slim dan ultra slim yang tabungnya sudah rusak.

Berikut ini cara merubah mesin TV slim dan ultra slim menjadi mesin TV biasa

Seperti yang kita ketahui, kalau perbedaan antara TV slim, ultra slim dengan TV cembung adalah mesin TV slim dan ultra slim yang asli menggunakan rangkaian EW/PIN CUSHION. Sementara untuk TV tabung model cembung, semi dan flat tidak.

Baca juga: Mengenal perbedaan TV tabung jenis layar datar, slim dan ultra slim.

Dimana rangkaian tersebut berfungsi untuk mengatur bentuk gambar agar tidak melengkung. Makanya apabila rangkaian tersebut rusak bisa menyebabkan gambar TV jadi tidak bagus, melengkung kanan kiri, terkadang kurang penuh atau terlalu lebar.

Nah tugas kita disini adalah menghilangkan rangkaian PIN CUSHION atau EW tersebut supaya ketika mesin TV dipasang pada layar cembung tidak terlalu lebar dan pilamen tidak kurang tegangan.

Karena biasanya untuk TV model slim menggunakan nilai kapasitor pada bagian dumpernya dengan ukuran yang lumayan besar. Nilai kapasitornya antara 12N sampai 22N 1600 volt.

Sementara untuk TV tabung biasa jarang sekali yang menyentuh nilai 12N, paling besar biasanya hanya 10N.

Dibawah ini adalah skema TV yang menggunakan rangkaian EW sebelum dirubah.

Cara Merubah Mesin TV Slim Ultra Slim Menjadi Mesin Biasa

Bisa kita lihat, kalau kabel yoke merah terhubung langsung ke kolektor, sementara kabel yoke biru melewati beberapa komponen dan terakhir masuk ke transistor penguat EW. Transistor tersebutlah yang mengatur besar kecilnya gambar serta meluruskan yang melengkungnya.

Lalu bagaimana caranya merubah rangkaian horisontal output dari mesin TV slim dan ultra slim agar menjadi rangkaian horisontal output TV biasa?

Silahkan perhatikan gambar dibawah ini.

Cara Merubah Mesin TV Slim Ultra Slim Menjadi Mesin Biasa

Gambar diatas adalah rangkaian horisontal output yang sudah dihilangkan rangkaian EW atau PIN CUSHION nya.

Jadi cara merubah mesin TV slim dan ultra slim menjadi mesin TV biasa itu cukup menghilangkan rangkaian PIN CUSHION atau EW nya.

Namun ada dua komponen lagi yang perlu disesuaikan dengan yuke defleksi yang terpasang pada tabung TV cembung atau Flat. Karena tentunya yoke dari TV slim tidak mungkin bisa dipasang pada tabung biasa.

Dua komponen yang saya maksud adalah kapasitor dumper dari kolektor ke ground, kalau pada gambar diatas yang tertera dengan kode PCB C809, dan C801. Kedua kapasitor tersebut nilainya harus disesuaikan dengan keinginan dari yoke defleksi.

Sangat mudah bukan? Demikianlah cara merubah mesin TV slim, Ultra slim menjadi mesin TV tabung cembung, semi dan Flat yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
Flyin
Seorang Teknisi yang suka berbagi pengalaman walau hanya lewat tulisan.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter