Jumat, Oktober 20, 2017

Cara menggabungkan dua trafo OT menjadi CT

Advertisement

Cara menggabungkan dua trafo OT menjadi CT - Artikel yang saya tulis kali ini terinspirasi dari pengalaman beberapa waktu kebelakang dimana ada seorang sahabat yang meminta bantuan saya untuk merakitkan sebuah power amplifier. Setelah selesai hitung-hitung anggaran yang dibutuhkan untuk membuat power amplifier tersebut, keesokan harinya saya berangkat ke kota untuk belanja komponen-komponen yang diperlukan.

Sesampainya di tempat belanja, komponen pertama yang saya tanyakan adalah trafo, namun sayangnya ditempat saya biasa berbelanja alat-alat elektronik, trafo yang saya butuhkan tidak tersedia, tapi sekilas saya melihat ada 2 buah trafo 10 ampere terpampang di etalase toko tersebut. Lalu saya tanyakan kepada pemilik toko tersebut, karena kebetulan pemilik tokonya orang cina, maka saya memanggilnya dengan sebutan engko.

Saya: "Ko itu ada 2 trafo 10 ampere, kenapa tadi bilang gak ada?
Engko: "Oh itu trafo nol bukan CT".
Saya: " Ya sudah itu saja saya beli ko".

Tanpa pikir panjang akhirnya saya beli saja 2 buah trafo OT 10 amperan tersebut, dan setelah semua alat-alat yang dibutuhkan untuk merakit sebuah power amplifier lengkap, lalu saya pulang untuk segera menyelesaikan tugas dari sahabat saya yaitu membuat sebuah power amplifier yang dia butuhkan.

Artikel Terkait:

Mungkin sebagian pembaca setelah membaca cerita diatas akan berpikir, bukankah untuk merakit power amplifier dibutuhkan trafo jenis CT (Center Tap) lalu kenapa saya malah membeli 2 buah trafo OT? Nah justru hal ini lah yang akan saya terangkan kepada pembaca.

Untuk pembaca yang memang sudah berpengalaman dan menguasai banyak tentang ilmu elektronik, tentu pembahasan ini bisa dibilang tidak bermutu, tapi saya yakin tulisan tentang cara menggabungkan 2 buah trafo OT menjadi CT ini, suatu saat akan ada manfaatnya terutama bagi pembaca yang masih belajar mengenal atau mempelajari seluk beluk ilmu elektronik.

Sebelum saya lanjut ke cara menggabungkan 2 dua buah trafo OT menjadi CT, saya ingin menjelaskan sedikit mengenai perbedaan trafo OT dan tarvo CT.

Sebenarnya tidak ada perbedaan antara trafo OT dan trafo CT, hanya saja kalau trafo jenis OT lilitannya hanya 1 arah dan kedua ujung lilitan lah yang menentukan besarnya ukuran volt dari trafo itu sendiri. Sementara kalau trafo jenis CT menggunakan 2 lilitan yang lilit secara bersamaan lalu ujung lilitan A di gabung dengan awal lilitan B, dan ujung lilitan B dengan awal lilitan A yang menentukan besaran voltnya.

Berikut cara menggabungkan 2 (dua) buah trafo OT menjadi CT

Silahkan anda perhatikan gambar dibawah ini

Cara menggabungkan dua trafo OT menjadi CT

Pada gambar diatas saya menggunakan titik 0 volt untuk trafo A sebagai keluaran tegangan 32 volt A, sementara untuk trafo B saya mengambil titik kelaaran 32 volt B dari titik 32 voltnya, dan untuk CT nya saya menggabungkan ujung lilitan trafo A dengan awal lilian trafo B.

Sesuai dengan keterangan saya di awal bukan? karena arus yang dikeluarkan oleh tavo masih arus AC atau yang umum disebut dengan istilah arus bolak balik, maka ketika titik 0 volt di trafo A mengeluarkan arus posistif, maka titik 32 volt dari trafo B akan mengeluarkan arus negatif, begitu juga sebaliknya, apabila titik 0 volt di trafo A sedang mengeluarkan arus negatif, maka titik 32 volt di trafo B akan mengeluarkan arus positif.

Selanjutnya titik-titik keluaran dari dua buah trafo yang sudah tergabung menjadi satu itu tinggal anda masukan ke rangkaian penyearah tegangan, atau yang umum disebut dengan power suplay atau adaptor regulator.

Artikel Terkait: Cara membuat power suplay regulator untuk power OCL

Nah itulah pembahasan singkat tentang cara menggabungkan 2 buah trafo OT menjadi trafo CT untuk keperluan sumber arus dalam perakitan sebuah power amplifier. Walau singkat semoga artikel ini ada manfaatnya.

Silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak meninggalkan link aktip.

Terima Kasih.

EmoticonEmoticon