5 Jenis kerusakan televisi yang cara memperbaikinya tidak membutuhkan jasa teknisi

Sahabat pembaca setia artikel-artikel seputar kerusakan elektronik di blog Flyin DVB, baik sahabat yang seorang teknisi maupun sahabat yang bukan seorang teknisi. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tips khususnya kepada para pembaca yang bukan seorang teknisi mengenai jenis kerusakan ringan dan sedang yang biasa terjadi pada pesawat televisi. Sebenarnya tidak semua jenis kerusakan yang terjadi pada pesawat televisi di kategori kan sebagai kerusakan berat dan parah, yang untuk memperbaikinya harus menggunakan jasa teknisi, ternyata masih banyak jenis kerusakan ringan yang bisa ditangani oleh pemiliknya sendiri walaupun bukan seorang teknisi. Apa saja kerusakan ringan dan sedang yang bisa ditangani oleh selain teknisi?

Jenis kerusakan televisi yang cara memperbaikinya tidak membutuhkan jasa teknisi

1. Gambar tv miring ke kiri atau ke kanan


Pasti diantara sobat ada yang pernah mengalami kejadian, kalau gambar tv nya miring ke kiri atau ke kanan, kejadian tersebut biasanya terjadi kalau tv habis jatuh atau habis dibawa perjalan jauh yang jalannya jelek, atau bisa saja kejadian tersebut terjadi ketika tv habis di servis dan di ambil dari tempat servis, lalu di bawa pulang kerumah, sesampainya di rumah ketika di nyalakan, tv gambarnya jadi miring. Tentu anda bingung, kalau di bawa lagi ke tukang servis, selain memakan waktu dan pastinya ada biaya tambahan, kalau ditonton tidak nyaman dimata. Nah kalau sobat mengalami kejadian seperti itu, jangan buru-buru mengambil kesimpulan untuk membawanya lagi ke tukang servis, karena masalah seperti itu sangat mudah diperbaiki, tapi tetap harus dilakukan dengan hati-hati, dan diwajibkan sambil baca-baca petunjuk yang banyak tersedia di internet.

Penyebab gambar tv miring ke kanan dan ke kiri. Gambar tv jadi miring ke kanan atau ke kiri, karena dudukan yoke defleksi horisontal dan vertikal mengalami perubahan posisi, yang diakibatkan oleh jatuh atau karena mengalami goyangan atau guncangan yang terlalu keras.

Cara memperbaikinya: Matikan pesawat televisi lalu buka penutupnya lihat yoke defleksi, kendorkan baut pengikatnya lalu posisinya di luruskan, kalau sobat rasa sudah cukup lurus, silahkan kencangkan lagi baut pengikatnya, tapi jangan dulu terlalu kencang, coba nyalakan pesawat televisi dan lihat gambarnya apakah sudah benar-benar lurus atau belum, kalau masih sedikit miring, silahkan ulangi langkah tadi, yaitu kendorkan baut pengikat lalu posisinya di atur supaya benar-benar lurus, kalau hasilnya sudah sempurna, yaitu gambar tv sudah lurus, silahkan kencangkan baut pengikatnya dengan hati-hati, jangan menggunakan tenaga yang terlalu kuat, karena bisa menyebabkan kaca tabung pecah.

2. TV mengeluarkan suara mendesis seperti suara ban bocor


Untuk sebagian orang awam, pasti merasa aneh kenapa tv pas di nyalakan mengeluarkan suara mendesis seperti ada kebocoran gas, bahkan yang lebih mengagetkan lagi terkadang disertai dengan suara ledakan-ledakan kecil seperti suara petasan. Nah kalau sobat mengalami kejadian tersebut pada televisinya, jangan buru-buru dibawa ke bengkel, karena paling tidak harus mengeluarkan uang 50 sampai 100 ribu rupiah, apalagi kalau pas ketemu tukang servis yang nakal.

Kejadian tersebut diakibatkan oleh flyback mengalami kebocoran, bisa bocor karena memang flybaknya yang bocor di bagian body, bisa saja hanya karena karet klep flyback peredam kebocoran tegangan tinggi yang di alirkan melalui kabel dari body flyback ke tabung CRT yang sudah aus. Untuk meyakinkan apakah kerusakan ada di karet atau flybacknya, sobat harus berani membukanya sendiri, sebelumnya matikan dulu pesawat televisi, lalu buka tutup belakangnya, setelah itu silahkan nyalakan televisi, tapi jaga jarak antara sobat dan pesawat televisi, agar ketika terjadi ledakan sobat tidak terlalu kaget.

Kalau kebocoran ada di bagian karet, sobat bisa menggantinya sendiri dengan cara memotong kabel pas dekat karet, lalu mengganti dengan karet yang baru (banyak di toko elektronik), merekatkan ujung kabel flyback dengan kawat atau kaleng pengikat ke lubang CRT dengan solder dan timah. Di sarankan untuk jaga-jaga, setiap pemilik perabotan elektronik memiliki perabotan ringan seperti obeng, tang kecil, solder dan timah.

Tapi kalau kebocoran ada di body flyback, cara memperbaikinya wajib mengganti flyback tersebut, jangan gunakan cara-cara yang beresiko seperti menambalnya, tapi ganti flyback tersebut dengan yang baru. Nah kalau memang flyback nya yang rusak, terserah sobat, mau ditangani sendiri atau mau menggunakan jasa teknisi, sebaiknya gunakan jasa teknisi agar cara pemasangan flybacknya lebih rapih dan sempurna.

3. Gambar terlalu gelap atau terlalu terang


Hal tersebut bisa terjadi pada tv yang masih baru apalagi yang memang umurnya sudah tua, gambar tv terang redupnya tidak bisa di sesuaikan oleh setelan kontras dan brightness dari menu seting, kalau terang tidak bisa di redupkan walau setelah brightness sudah posisi nol, kalau redup tidak bisa dinaikan lagi walau setelan brightness sudah berada di posisi maksimum. Yang perlu diperhatikan sebelum mencoba memperbaikinya sendiri adalah, apakah setelan menu seperti kontras dan brightness masih berpungsi atau tidak, kalau masih berpungsi tapi tidak bisa menyesuaikan sesuai dengan keinginan mata sobat, maka sobat boleh mencoba memperbaikinya sendiri, tapi kalau setelan menu seperti kontras dan brightness sudah tidak berpungsi sama sekali, kerusakan tersebut harus ditangani oleh teknisi ahli.

Padakebanyakan kasus gambar tv terlalu terang atau terlalu gelap, biasanya terjadi karena trimpot screen flyback mengalami perubahan resistansi, nah kalau sobat mau mencoba memperbaikinya sendiri, silahkan buka penutup pesawat televisi lalu nyalakan, kalau gambar terlalu terang, putar trimpot screen flyback ke arah kiri sambil di amati apakah ada perubahan atau tidak. Kalau gambar terlalu gelap, putar trimpot screen flyback ke arah kanan pelan-pelan, sambil amati perubahan yang terjadi.

4. Gambar ada suara tidak ada


Apabila sobat mengalami kejadian pada televisi sobat yang gambarnya ada tapi suara tidak ada, sebelum memutuskan untuk membawanya ketukang servis, sebaiknya coba dulu tips ringan dari saya. Buka penutup televisi, lalu bongkar load speakernya, ukur apakah load speaker tersebut masih bagus atau sudah putus? tapi tidak punya alat ukur, untuk mengukur load speaker bisa menggunakan baterai AAA 1,5 volt yang bagian positif dan negatif nya di hubungkan langsung ke kaki load speaker menggunakan kabel, kalau masih mengeluarkan suara kresek-kresek berarti speaker masih bagus, kerusakan pasti ada di bagian mesin audio. Nmaun kalau ternyata ketika di hubungkan ke baterai 1,5 volt sudah tidak terdengan suara kresek-kresek, dipastikan load speaker nya yang putus, tinggal sobat membeli load speaker untuk penggantinya dan memasangnya sendiri.

5. Remot tidak berpungsi


Kalau kita membawa remot ke tukang servis, paling tidak harus mengeluarkan uang 25.000 rupiah, padahal kerusakannya cuma lampu impra red yang lepas atau kristal yang putus, atau dudukan baterai yang copot solderannya. Ada baiknya sebelum memutuskan membawanya ketukang servis, sobat memperbaikinya sendiri dengan cara memeriksa bagian-bagian yang saya sebutkan tadi, kebanyakan kerusakan remot tv terjadi karena lepasnya solderan lampu impra red dan putusnya kristal 455 sebagai pengatur frekuensi remot.

Kalau semua langkah sudah sobat lakukan, coba arahkan remot pada kamera hp atau pada pesawat radio MW, kalau terlihat ada cahaya yang keluar dari lampu impra red dan keluar bunyi pada peswat radio MW, coba arahkan pada pesawat televisi, kalau tetap tidak ada reaksi, berarti kerusakan ada pada pesawat televisinya.

Untuk kerusakan kerusakan lain silahkan baca: Cara mencari kerusakan elektronik dan cara memperbaikinya

Atau supaya lebih lengkap, silahkan buka halaman lengkap seputar servis elektronik

Itulah 5 jenis kerusakan ringan dan sedang yang cara memperbaikinya tidak selalu harus menggunakan atau membutuhkan jasa teknisi elektronik, tapi bisa mencoba tips-tips yang saya sebutkan diatas, dan jangan lupa, lakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah lagi. Semoga bermanfaat.

Silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak meninggalkan link aktip.

Terima Kasih.

EmoticonEmoticon