Cara tracking atau pointing satellite parabola bagi pemula

Seguru ilmu gak usah ganggu :) Artikel ini dibuat bagi anda yang sedang belajar tracking parabola atau lebih tepatnya cara tracking dan pointing parabola bagi pemula. Melakukan pointing atau mengarahkan parabola pada satu satellite memang tergolong mudah baik bagi yang masih belajar apalagi bagi anda yang sudah profesional. Tapi untuk bisa mengarahkan antena parabola ke semua satellite yang jangkauan atau beam nya mencakup lokasi dimana kita tinggal tentu diperlukan cara dan keahlian khusus.

Cara tracking atau pointing satellite parabola bagi pemula

Seperti yang kita semua ketahui satellite itu berjajar dari ujung timur sampai ujung barat, kalau untuk wilayah indonesia yaitu dari satellite Intelsat 18 sampai satellite Paksat 1R.

Daftar satellite yang bisa diterima di indonesia untuk masing-masing wilayah tentu berbeda, kalau daerah A misalnya tidak masuk ke jangkauan atau beam satellite optus maka sekalipun menggunakan antena sebesar lapangan pesawat jangan harap bisa menjangkau, itu sudah hukum pasti.

Cara tracking dan pointing satellite dari timur sampai barat


Sebelum melakukan tracking atau pointing satellite dari ujung timur sampai ujung barat ada beberapa peralatan yang harus diantaranya.

1 buah antena parabola dengan ukuran maksimal agar hasil penerimaan sinyal bisa maksimal juga, saya sarankan gunakan antena parabola minimal 8 fet.

1 buah tiang parabola yang kokoh dan usahakan besarnya sesuai dengan lubang mounting parabola, agar lebih mudah ketika melakukan tracking.

1 set aktuator atau penggerak parabola minimal 18" lebih panjang lebih bagus, saya sarankan gunakan aktuator 24".

4 buah LNB yang mencakup:

1 buah LNB KU-BAND.

2 buah LNB C-BAND yang satu untuk menangkap sinyal Horisontal dan Vertikal, yang satu untuk menangkap sinyal L/R dengan teknik tambah sekat dengan panjang antara 11 cm sampai 13 cm tergantung kebutuhan.

1 buah LNB S-BANB untuk menangkap sinyal frekuensi yang dipancarkan lewat frekuensi S-BAND diantaranya sinyal dari satellite SES7 (indovision).

1 Roll kabel RG6 sesusikan panjangnya dengan kebutuhan.

1 buah diseck switch 4x1 untuk mengatur perpindahan LNB yang digunakan.

1 buah receiver digital disarankan gunakan receiver digital yang mampu menangkap sinyal yang berformat H264 HD.

Buku panduan untuk sinyal terkuat pada masing-masing satellite itu wajib punya, jangan terlalu mengandalkan informasi dari internet karena tidak selamanya koneksi internet itu bisa kita gunakan.

Kalau anda belum memiliki buku pedoman frekuensi terkuat dari masing-masing satellite, silahkan catat dulu.

Frekuensi terkuat untuk C-BAND.


  1. Intelsat 18 180.0°E 4147 L 3680 gunakan LNB C-BAND yang pakai sekat.
  2. Eutelsat 172A 172.0°E 3916 H 3320
  3. Intelsat 8 169.0°E 4100 H 26480
  4. Intelsat 19 166.0°E 3740 H 27500
  5. Telstar 18 138.0°E 3704 V 3034
  6. Apstar 6 134.0°E 3840 H 27500
  7. Vinasat 1 132.0°E 3414 V 10800
  8. Jcsat 3A 128.0°E 4000 V 30001
  9. Chinasat 6A 125.0°E 3933 H 6592
  10. Asiasat 4 122.0°E 4165 H 5038
  11. Telkom 2 118.0°E 4124 V 2000
  12. Chinasat 6B 115.0°E 3795 H 6931
  13. Palapa D 113.0°E 3933 H 6621
  14. Telkom 1 108.2°E 3999 H 6000
  15. Asiasat 3 105.5°E 4020 V 27250
  16. Asiasat 5 100.5°E 3660 V 27500
  17. Express AM33 96.5°E 3925 R 4883 sekat
  18. Insat 3A/4B 93.5°E 3725 H 27500
  19. Measat 3 91.5°E 3630 H 4320
  20. ST2 88.0°E 3672 H 9255
  21. Insat 4A 83.0°E 3725 H 26666
  22. Thaicom 5 78.5°E 3440 H 26666
  23. Apstar 7 76.5°E 4030 V 6311
  24. ABS 1 75.0°E 3914 V 3360
  25. Intelsat 20 68.5°E 3739 H 26590
  26. Intelsat 17 66.0°E 3876 H 13840
  27. Intelsat 906 64.2°E 4094 R 3680 sekat
  28. NSS 12 57.0°E 4055 R 26000 sekat
  29. NSS 5 50.5°E 4172 R 13331
  30. Yamal 202 49.0°E 3937 L 3229 sekat
  31. Paksat 1R 38.0°E 4158 V 12000

Frekuensi terkuat untuk KU-BAND


  1. Intelsat 19 166.0°E 12725 H 28066
  2. Optus D1 152.0°E 12408 H 12600
  3. Optus C1 156.0°E 12407 V 30000
  4. Optus D2 152.0°E 12407 V 30000
  5. Vinasat 1 132.0°E 11090 V 28125
  6. Asiasat 4 122.0°E 12362 V 9404
  7. Koreasat 5 113.0°E 12470 V 25600
  8. Palapa D 113.0°E 12715 H 29800
  9. Cinasat 10 110.0°E 12285 V 3800
  10. NSS 11 108.2°E 12411 V 11110
  11. Asiasat 3S 105.5°E 12720 V 30000
  12. Cinasat 11 98.0°E 12500 V 43200
  13. NSS 6 95.0°E 11131 V 30000
  14. Measat 3 91.5°E 10982 V 30000
  15. ST 2 88.0°E 12642 H 24000
  16. Thaicom 5 78.5°E 12272 V 30000
  17. Apstar 7 76.5°E 11167 V 45000
  18. ABS 1 75.0°E 12579 H 20000
  19. NSS 5 50.5°E 12690 V 26666
  20. Intelsat 12 42.0°E 11592 V 27690
Saya anggap semua peralatan sudah anda siapkan, sekarang lanjut ketahap awal tracking atau pointing.

Pertama tentukan dulu lokasi yang covok dengan ketentuan arah timur dan barat harus tidak ada penghalang untuk mendapatkan hasil tracking satellite yang maksimal.

Kedua pasang dulu tiang parabola pastiksn tegak lurus, gunakan alat untuk memastikan kalau tiang sudah benar-benar tegak lurus.

Ketiga cor tiang dengan adukan semen batu dan pasir biarkan sampai kering selama minimal satu hari

Ke empat rakit parabola ditempat yang datar untuk menjaga agar lingkaran antena parabola benar-benar simetris, kalau bahasa umum nya gak melintir atau meleot.

Kelima pasang LNB sejajar boleh di mulai dari LNB S-BAND dulu yang paling timur dan LNB KU-BAND yang paling barat, pastikan posisi LNB benar-benar lurus untuk titik antena kawat kecil sebagai penerima sinyal sudah lurus satu sama lain.

Ke enam pasang diseck switch dan catat masing-masing penempatan LNB terhadap switch diseck agar mudah ketika mengatur pengaturan LNB di receiver.

Ketujuh pasang kabel dan pastikan terikat kuat agar tidak mudah lepas.

Kedelapan pasang tutup LNB agar terhindar dari panas dan air hujan (bila perlu).

Kesembilan pasang antena parabola yang sudah dirakit tadi ke tiang parabola yang sudah benar-benar kering dan kuat.

Kesepuluh mulai melakukan tracking dengan cara arahkan antena parabola ke arah timur dan barat berdasarkan mounting, gunakan compass agar arah benar-benar tepat lurus.

Yang perlu diperhatikan adalah kemiringan utara dan selatan, karena tingkat kemiringan untuk masing-masing wilayah indonesia berbeda, begitu juga tingkat kemiringan timur dan barat, tapi untuk timur dan barat tidak begitu bermasalah, yang harus diutamakan itu adalah kemiringan utara dan selatan.

Teknik tracking yang mudah adalah memposisikan dulu antena parabola ke satellite yang berada paling tengah, atsu anggaplah kalau di indonesia itu satellite telkom 1, masukan frekuensi terkuat lalu mulai tracking sampai sinyal yang didapat benar-benar maksimal.

Setelah sinyal terkuat didapat lalu lanjut ke sinyal terlemah, mungkin kalau untuk satellite telkom bisa menggunakan frekuensi KBS World 3972 H 2100 kalau sinyal terkuat dan sinyal terlemah sudah didapat dengan sempurna dan arah timur barat sudah tercompass dengan baik juga kemiringan utara selatan sudah tepat maka bisa dibilang tracking sudah selesai tinggal pointing saja tiap-tiap satellite.

Silahkan coba lakukan pointing, asal cara diatas sudah anda lakukan dengan benar saya jamin semua satellite yang jangkauan atau beam nya sampai ke lokasi anda akan mudah diterima dengan baik.

Terakhir pasang aktuator dan beres deh.

Jadi kunci keberhasilan tracking dan pointing satellite menggunakan antena parabola adalah
  1. Tiang harus benar-benar tegak lurus 100%
  2. Arah antena dan LNB harus mengarah ke timur dan barat 100%.
  3. Menentukan kemiringan utara dan selatan sesuai dengan wilayah masing-masing.
  4. Sabar dan tekun.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan tentang cara tracking dan pointing satellite dari timur sampai barat bagi pemula.

Kalau ada hal yang belum jelas dan perlu di pertanyakan, silahkan bertanya pada kolom komentar yang disediakan.

Semoga bermanfaat dan Salam tracker.

Related Post:

4 komentar

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

ketika signal terkuat telkom ter lock lalu untuk memaksimalkan signal terlemah perlu merubah seltan dan utara?

thank info nya master.....

Silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak meninggalkan link aktip.

Terima Kasih.

EmoticonEmoticon