Cara Membangun TV Kabel dari A sampai Z

Bisnis TV Kabel kini semakin banyak diminati dari mulai di perkampungan yang memang sulit mendapatkan siaran televisi melalui antena penerima gelombang Uhf dan Vhf, bahkan sampai merambat ke kota besar yang dengan mudah bisa menerima siaran televisi dari pemancar televisi swasta, untuk di perkampungan yang sulit menerima siaran televisi.

Membangun sebuah studio tv kabel bukan hal terlalu sulit terutama di kualitas siaran, karena konsumen tidak akan terlalu menuntut banyak prihal kualitas siaran, dalam artian, asal ada yang bisa di tonton itu sudah cukup, tapi tidak ada salahnya kalau kita membuat sebuah studio tv kabel yang siap bersaing kedepanya menghadapi persaingan dengan pihak perusahaan besar.

Seperti contohnya speedy home yang sudah mulai merambat ke daerah-daerah kecil, beda lagi dengan di kota-kota besar yang mudah mendapatkan siaran televisi, kalau kita berniat membangun sebuah studio tv kabel di perkotaan tentunya tantangannya akan lebih sulit, dari mulai kualitas gambar, kualitas siaran dan banyaknya siaran harus mampu bersaing dengan fasilitas yang sudah ada, untuk itu saya akan berbagi pangalaman tentang dunia tv kabel.

Untuk membangun sebuah studio tv kabel dengan kualitas yang baik tentunya dibutuhkan pemahaman yang cukup tentang ilmu frekuensi, karena yang akan kita jalankan sangat mutlak memerlukan ilmu pengetahuan dibidang telekomunikasi dan frekuensi.

Cara Membangun TV Kabel dari A sampai Z

Tahap pesiapan membangun studio tv kabel


Persiapan awal untuk membuat studio tv kabel yang paling utama adalah pengetahuan kita tentang seluk beluk tv kabel, agar dalam mempersiapkan modal bisa tepat dan sesuai dengan apa yang diharapkan, artinya tidak ada modal yang terbuang sia-sia, lalu apa saja yang harus di persiapkan di awal pembangunan sebuah studio tv kabel?
Pertama survey lokasi yang akan di jadikan sasaran atau target calon kunsumen tv kabel kita

Sebelum memutuskan membangun sebuah tv kabel baiknya kita lakukan dulu survey lokasi yang akan kita jadikan sasaran atau target calon pelangggan sangat diperlukan untuk menentukan berapa banyak peralatan yang harus disiapkan dilapangan seperti diantaranya:

1. Jumlah panjang kabel
2. Jumlah penguat atau booster
3. Jumlah power suplay untuk keperluan penguat atau booster
4. Jumlah TAP pembagi sinyal dan arus
5. Jumlah spleater untuk keperluan tiap-tiap pelanggan
6. Perkiraan hari kerja untuk taksiran upah kerja

Setelah selesai melakukan survey lokasi dan menentukan berapa banyak biaya yang dibutuhkan dilapangan, sekarang ke tahap persiapan studio tv kabelnya.

Apa saja yang harus disiapkan untuk keperluan studio tv kabel?


Yang paling utama adalah kita harus tentukan berapa banyak siaran yang akan kita salurkan ke pelanggan, hal ini tentunya harus didasari oleh pemikiran yang tepat untuk beberapa hal, diantaranya:

1. Siaran yang di salurkan harus lebih banyak dari saluran yang sudah ada di pesaing kita
2. Kualitas siaran harus lebih baik dari kualitas siaran yang sudah ada di pesaing kita
3. Jenis siaran harus sesuai dengan minat pelanggan
Setelah memutuskan apa yang harus kita ambil dari 3 poin diatas, sekarang kita lanjut ke persiapan pengadaan peralatan yang dibutuhkan.

Apa saja peralatan yang dibutuhkan untuk membangun studio tv kabel?


1. Antena Parabola


Antena parabola berfungsi sebagai penerima sinyal dari satelit yang nantinya akan di terima oleh setiap receiver digital, gunakan antena parabola yang ukurannya cukup untuk menampung banyak siaran dan usahakan gunakan antena yang anti karat agar bisa bertahan dalam waktu yang lama.

2. Pesawat Receiver atau receiver digital


Receiver berpungsi untuk menerima siaran yang nantinya akan disalurkan melalui sebuah RF Modulator dan diteruskan ke penggabung RF atau disebut juga Passive Combiner dan di teruskan ke penguat akhir dan seterusnya di salurkan ke rumah-rumah pelanggan, dalam menentukan receiver digital yang akan kita gunakan tentunya jangan sembarang pilih, usahakan menggunakan receiver digital yang kualitasnya terbaik, karena sebuah tv kabel akan online bekerja full 24 jam dalam sehari, pilihlah receiver digital yang tahan panas dan berkualitas.

3. RF Modulator


RF Modulator adalah sebuah alat yang akan merubah sinyal audio dan video menjadi sinyal Radio Frekuensi atau disebut juga RF, dalam memilih RF Modulator tentunya harus di pertimbangkan dengan berapa banyak siaran yang akan disalurkan ke pelanggan, hitung jumlah frekuensi yang akan kita gunakan, dan sebaiknya gunakan RF Modulator jenis Fix modulator agar bisa menampung lebih banyak saluran dan mempunyai kualitas filter RF yang sangat baik.

4. Passive Combiner


Passive Combiner adalah alat untuk menggabungkan sinyal RF satu dan RF lainya, misalnya kita akan menggunakan frekuensi 471 mhz sampai 860 mhz, maka diperlukan sebuah passive combiner yang kualitasnya bagus untuk memixer semua masukan RF.

5. Kabel jumper atau kabel penghubung antara RF dengan Passive Combiner


Untuk menyambungkan RF ke Passive Combiner tidak bisa sembarangan, kita harus tahu dulu rumus frekuansi dan faktor velocity dari kabel yang akan kita gunakan, ini sangat penting demi menjamin hasil akhir yang memuaskan, jangan asal potong panjang kabel, tapi hitung sesuai rumus frekuansi, berikut rumus frekuensi dalam menentukan panjang kabel yang akan digunakan.

Rumusnya adalah 300 bagi frekuensi kali factor velocity kali kelipatan ganjil atau 300: Frek x Factor Velocity x kelipatan ganjil misalnya 1,3,5,7,9,11 dan seterusnya, kita ambil contoh panjang kabel jumper untuk frekuansi 471.25 mhz, hitungannya sebagai berikut:

300: 471.25 x Jenis kabel misalnya rg6 maka akan dihitung 0,66 x kelipatan ganjil
300: 471.25 = 0,63660477 x 0,66 = 0,42015915 x keliapatan 5 misalnya, maka hasilnya 2,10079575 atau kita bulatkan saja 2,1 meter.

Keterangan diatas hanyalah contoh saja, anda bisa mengkalikan ke kelipatan ganjil lainnya sesuaikan dengan yang dibutuhkan, atau panjang kabel harus pas antara RF Modulator dan Passive Combiner, dan untuk kabel antara passive combiner ke penguat akhir harus menggunakan frekuansi tengah, artinya kalau misalnya anda menggunakan frekuensi dari 471.25 mhz sampai 860.25 mhz maka susunan frekuensinya seperti ini:

471,25 > 479,25 > 487,25 > 495,25 > 503,25 > 511,25 > 519,25 > 527,25 > 535,25 > 543,25 > 551,25 > 559,25 > 567,25 > 575,25 > 583,25 > 591,25 > 599,25 > 607,25 > 615,25 > 623,25 > 631,25 > 639,25 > 647,25 > 655,25 > 663,25 > 671,25 > 679,25 > 687,25 > 695,25 > 703,25 > 711,25 > 719,25 > 727,25 > 735,25 > 743,25 > 751,25 > 759,25 > 767,25 > 775,25 > 783,25 > 791,25 > 799,25 > 807,25 > 815,25 > 823,25 > 831,25 > 839,25 > 847,25 > 855,25 > 863,25.

atau berjumlah 50 saluran, maka yang harus dipakai untuk membuat jumper antara passive combiner ke penguat akhir adalh frekuansi ke 25 atau 663,25 jadi hitungan rumusnya adalah 300:663,25x0,66x kelipatan ganjil, rumus ini berlaku juga untuk panjang kabel dari booste ke rumah-rumah pelanggan, tinggal kalikan ke kelipatan ganjil saja.

6. Booster atau penguat sinyal RF


Gunakan booster yang kualitas penguatan dan pemfilteran frekuensinya baik, ini mutlak diperlukan, karena kalau menggunakan booster yang kinerjanya kurang baik justru akan menyulitkan dalam proses pengerjaan.

Setelah membaca poin-poin diatas maka kita akan bisa menentukan berapa jumlah biaya untuk membangun sebuah studio tv kabel dengan kualitas baik, tinggal kita tentukan jumlah channel yang akan di salurkan dan kalkulasikan dengan poin-poin diatas tadi.

Itulah langkah cara-cara membangun sebuah studio tv kabel lengkap yang bisa saya jelaskan dalam artikel kali ini semoga bermanfaat.

3 komentar

salam kenal bung Flyin misalkan untuk boster outdoor pertama dari headend.out 80-S7 , 85-S30 untuk selanjutnya ke 2-3 dst berapa db intervalnya dari boster ke boster agar hasilnya dari headend sampai boster terakhir sama jernihnya

Untuk menjamin ketebalan warna dan rendahnya nois, sebaiknya untuk out headand minimal 95db, pengalaman saya lebih enak kalau output headand 105db, untuk input booster 2-3-4 dstrsnya usahakan antara 65-70db dengan out 105db. agar hasil out db frekuensi paling rendah dan frekuensi paling tinggi bisa standart, atau tidak terlalu beda jauh selisih dbnya, sebaiknya gunakan rumus panjang gelombang seperti yang telah saya uraikan diatas.

panjang kabel antara booster ke bosster harus sama, kalau memang jarak terlalu pendek bisa di akali dengan menggulung kabel, tapi kalau jarak terlalu jauh bisa di akali dengan menggunakan power inserter.

Buka kelas (kursus) dong min.... biar ane bisa belajar lagsung.

Silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak meninggalkan link aktip.

Terima Kasih.

EmoticonEmoticon