Cara Menentukan Ukuran Resistor

Cara menentukan ukuran atau nilai resistor - Kalau mendengar nama resistor rasanya hampir 100% tekhnisi tau jenis dan kegunaan nya, resistor memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah rangkaian elektronik.

Resistor berfungsi sebagai penahan arus sementara, resistor juga berfungsi sebagai pembagi arus, resistor juga berfungsi sebagai pembatas tegangan, pokoknya banyak sekali kegunaan dari resistor tersebut.

sebagai tekhnisi tentunya yang pertama harus di ketahui adalah, cara menentukan ukuran dari resistor tersebut, seringkali kita temukan resistor putus atau resistor terbakar, sementara kita ketahui bersama, kalau resistor tidak memiliki ukuran tertulis dalam bentuk hurup atau angka (untuk jenis resistor lama) kalau untuk jenis resistor baru yang bentuknya sangat kecil itu menggunakan angka sebagai kode penentu ukuran, tapi tentunya tidak langsung tertulis berapa ohm, berapa kilo ohm, berapa ratus kilo ohm, atau berapa mega ohm, tapi tetap menggunakan kode berurutan.

Cara Menentukan Ukuran Resistor

Sebelum lanjut cara mengetahui ukuran resistor, baiknya kita ketahui kalau resistor terbagi dalam dua jenis, yaitu resistor tetap dan resistor variable.

Resistor tetap adalah resistor yang ukurannya tetap, sementara resistor variable ukuranya bisa di rubah-rubah sesuai kebutuhan, contohnya trimpot atau potensiometer.

Baiklah langsung kita bahas bagaimana cara menentukan ukuran atau nilai dari resistor


1. Resistor variable


Untuk jenis trimpot ada yang tertulis langsung pada bodi nya, contoh untuk trimpot berukuran 10kilo ohm, biasanya tertulis 103 atau 10k, sementara untuk resistor variable lainnya yaitu Potensiometer biasanya langsung tertulis ukurannya misalnya potensiometer berukuran 100kilo ohm akan tertulis 100k.

2. Resistor tetap


Untuk resistor tetap biasanya menggunakan kode warna atau kode angka, pertama saya akan bahas cara menetukan ukuran resistor yang menggunakan kode warna.

untuk kode warna dari resistor sebaiknya anda menghapal warna dan nilai dari warna tersebut, agar lebih jelas saya akan tulis warna dan nilai dari resistor.
  • Hitam = 0
  • Coklat = 1
  • Merah = 2
  • Orange = 3
  • Kuning = 4
  • Hijau = 5
  • Biru = 6
  • Ungu = 7
  • Abu-abu = 8
  • Putih = 9
  • Emas nilai toleransi 10%
  • Perak nilai toleransi 20%.

Lalu bagaimana cara menentukan ukuran dari Resistor tersebut, karena biasanya resistor menggunakan cincin warna yang berurutan.

warna ke satu menentukan nilai satuan
warna ke dua menetukan nilai puluhan
warna ke tiga menetukan nilai ratusan
warna ke empat menentukan nilai ribuan, ini biasanya di gunakan untuk jenis resistor METAL FILM. karena menggunakan lima cincin warna.

Untuk menentukan ukuran dari cincin warna resistor.
Contoh sebuah resistor memiliki cincin warna COKLAT-HITAM-MERAH-EMAS.
COKLAT = 1
HITAM = 0
MERAH = 2
EMAS = 10%.
Kalau kita susun urutan angka nya maka akan menjadi 1-0-00+-10% atau 1000 dengan toleransi 10%, toleransi disini bisa lebih bisa kurang, jadi dari angka 1000 ohm atau 1 kohm kalau kita ukur akan terjadi dua kemungkinan, yaitu 900 ohm atau 1100 ohm, beda dengan resistor METAL FILM yang hanya memiliki toleransi 1 % akan terukur 990 ohm atau 1010 ohm.

Kita ambil satu contoh lagi, kalau sebuah resistor meiliki cincin warna MERAH-KUNING-ORANGE-EMAS.
MERAH = 2
KUNING = 4
ORANGE = 3
EMAS = 10%

Kalau di susun menjadi 2-4-000 +- 10%, atau 24000 +- 10% jadi ukuran resistor tersebut adalah 24000 atau 24 kilo ohm dengan toleransi 10%.

saya rasa cukup sekian pembahasan tentang cara menetukan ukuran resistor, semoga bermanfaat.

Related Post:

Silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak meninggalkan link aktip.

Terima Kasih.

EmoticonEmoticon